jump to navigation

Kerusakan Hutan Mangrove Di Nias Harus Segera Ditangani 15/04/2008

Posted by Moderator in Lingkungan Hidup.
trackback

GUNUNGSITOLI (Fokus Nias)

Kerusakan ekosistem mangrove di beberapa lokasi di Kabupaten Nias harus segera ditangani dan direhabilitasi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Demikian halnya hautan mangrove di sekitar laguna di Desa Teluk Belukar, Kec. Gunung Sitoli Utara yang sudah mulai rusak. Upaya rehabilitasi harus dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang baik, terpadu serta melibatkan masyarakat. Hal ini penting guna mengurangi dampak resiko bencana di masa yang akan datang serta mengakomodir kebutuhan masyarakat setempat.

Imbauan ini disampaikan Bupati Nias diwakili Kepala Bappeda, Ir. Agustinus Zega pada lokakarya bertajuk “Upaya Pengelolaan Laguna Teluk Belukar Secara Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh BAPPEDA Nias bersama Wetlands Internasional-Indonesia Programme (WIIP) Kamis, (10/4) di Hotel Olayama, Gunungsitoli.

Himbauan ini lahir dari kekhawatiran Pemerintah Kabupaten Nias akan pelaksanaan proses rehabilitasi terutama pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) yang ternyata mengancam kelestarian satu-satunya ekosistem mangrove Nias yang masih cukup baik dan lengkap yaitu di laguna yang disebut Luaha Talu dengan luas 66 ha.

“Pemerintah Kabupaten Nias sangat menyadari pentingnya kelestarian lingkungan, namun penebangan hutan mangrove di pesisir sebagian terjadi disebabkan tuntutan kebutuhan ekonomi masyarakat yang mendesak.

‘’Kami berharap lokakarya ini dapat menghasilkan rumusan strategis dalam pengelolaan potensi sumber daya wilayah pesisir khususnya kawasan mangrove secara lestari dan bertanggung jawab di Kabupaten Nias, sehingga lingkungan lestari dan masyarakat juga merasakan manfaatnya,” lanjut beliau. 

Ekosistem mangrove memiliki nilai konservasi dan jasa lingkungan cukup besar di antaranya mencegah intrusi air laut ke darat sehingga pengadaan air bersih terjamin, tempat pemijahan ikan, pelindung dari abrasi, gelombang dan badai. 

Sementara Koordinator Program Green Coast WIIP Nias, Ferry Hasudungan menjelaskan, pembukaan jalan dapat memberikan keuntungan karena akses transportasi yang relatif menjadi mudah untuk menjangkau PPI.

Namun di sisi lain jalan baru ini memicu pembukaan jalan baru oleh masyarakat dengan membabat mangrove yang akhirnya menimbulkan kerugian ekologis. Jika hal ini tidak ditangani segera, masyarakat setempatlah yang akan paling menderita.

Melalui lokakarya yang digelar dan diikuti berbagai instansi terkait perlu pengkajian potensi dampak dari suatu pembangunan, sehingga dapat minimalisir timbulnya dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan.

Dari hasil Survei WIIP menunjukkan ketergantungan ekonomi nelayan dan penduduk pesisir di Desa Teluk Belukar yang tinggal di sekitar Luaha Talu pada keberadaan ekosistem pesisir. Nelayan biasa menjual ikan berukuran kecil dengan harga Rp20.000 hingga Rp50.000 per ember.

Untuk kepiting ukuran sedang mencapai Rp30.000 per kg, sementara lokan/bayowo yang biasanya dikumpulkan oleh kaum perempuan dari hutan mangrove atau tepi sungai dijual dengan Rp5.000 per 100 keping.

Perharinya setiap orang dapat mengumpulkan 1.000 keping, maka pendapatan per orang dapat mencapai Rp50.000 per hari. Tidak hanya itu, pengusaha wisata juga mengandalkan pendapatan dari indahnya pemandangan di bagian muara Luaha Talu dan pantai berpasir di sekitarnya.

Dalam lokakarya berhasil direkomendasikan di antaranya mendorong terbentuknya aturan desa dan wadah/lembaga yang menjadi mitra pemerintah guna mendukung upaya pengelolaan ekosistem Luaha Talu yang berkelanjutan, serta mengharuskan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan PPI di Desa Teluk Belukar di masa depan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: