jump to navigation

PKS : Pemerintah Belum Maksimal Tangani Bencana Nias 22/04/2008

Posted by Moderator in Rekonstruksi dan Rehabilitasi Nias.
trackback

Jakarta (Fokus Nias)

Anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera, Yoyoh Yusroh, menilai, pemerintah ini belum memperlihatkan kinerja maksimal dalam menangani bencana di Nias, Sumatera Utara. Alasannya, masih banyak korban yang belum mendapatkan bantuan.

Menurut Yoyoh, bencana di Nangroe Aceh Darussalam yang menewaskan 200 ribuan orang seharusnya bisa dijadikan pelajaran bagi pemerintah untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. “Gempa di Nias bukan bencana alam daerah tapi sudah bisa disebut bencana alam nasional karena jumlah korbannya mencapai ratusan orang,” katanya dalam tabligh akbar muslimah Peduli Aceh yang diselenggarakan PKS Jakarta Barat, Minggu (10/4).

Ferry Noor, Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina, mengungkapkan penilaian yang sama. Ia mengatakan, penanganan bencana alam di NAD dan Nias terlalu birokratis sehingga memberi kesan pemerintah sangat lamban. “Pemerintah seharusnya bersikap cepat dan bisa belajar dari negara-negara lain,” tuturnya.

Selain itu, Ferry menegaskan agar pemerintah jangan terlalu mengutamakan sikap birokratis dalam penangan bencana alam. Pemerintah seharusnya mengupayakan jalur hubungan dengan masyarakat yang tertimpa bencana secara tepat dan tidak bertingkat-tingkat.

 

Diskusi Fokus Nias Barat

Sementara dalam diskusi Forum Komunikasi Komunitas (Fokus) Nias Barat yang dilakukan Sabtu 19 April 2008 di Jakarta menyinggung kinerja BRR di Nias yang sudah memasuki tahun terakhir dan tahun depan BRR harus sudah hengkang dari Nias, Maka sangat perlu diinventarisir semua apa yang telah dikerjakan untuk pemulihan daerah Nias pasca bencana alam.

Fokus Nias Barat menghimbau kepada Masyarakat dan Pemkab di Nias agar bisa memantau penggunaan dana BRR yang ditujukan untuk pemulihan Nias. Dana yang begitu besar jangan sampai tidak jelas peruntukannya. Demikian juga inventarisasi BRR dalam menjalankan tugasnya di Nias jangan sampai dibawa oleh masing-masing pribadi yang bekerja di BRR karena inventaris kerja tersebut dibeli dengan menggunakan dana BRR.

Salah satu cara pemantauan menurut Fokus adalah dengan cara mendata apa yang sudah dikerjakan BRR untuk setiap kecamatan di NIas di semua sektor seperti infrastruktur, pendidikan, perumahan dll kemudian data tersebut dicocokkan dengan rencana kerja BRR apakah di wilayah kecamatan ini BRR sudah merealisasikannya sesuai rencana atau menyimpang dari rencana. Dengan demikian bisa diketahui dengan jelas apa yang benar-benar sudah dilaksanakan dan sesuai dengan anggarannya jika ada yang tidak sesuai maka perlu diminta pertanggungjawaban dari BRR melalui jalur hukum yang berlaku.

Komentar»

1. Moderator - 22/04/2008

Terima kasih atas semua komentarnya dan juga teman-teman yang telah bergabung di Forum ini.

keep on going and never give up

Redaksi

2. Peringatan Zalukhu - 22/04/2008

Emang BRR tidak sepenuh hati bertanggung jawab membangun Nias. mereka Pegawai BRR hanya membangun daerahnya masing-masing dan menggarap harta bwt kepentingan pribadi.

Saya usul semua proyek yang dibangun di Nias harus ditinjau ulang apakah sesuai dengan besteknya atau tidak.

3. Putra Nias - 23/04/2008

Benar pak orang BRR tidak serius bikin Nias jadi sejahtera maunya dia hanya dia yang sejahtera….heheheh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: